Sunday, 11 March 2012

Keutamaan Madinah


Oleh: Ust. H. Yasir Maqosid, Lc
Kota Madinah merupakan kota suci kedua setelah kota Mekkah. Karena itu, kota ini memiliki beberapa keutamaan sebagaimana kota Mekkah juga memilikinya. Di antara keutamaan kota Madinah yang penuh berkah ini adalah sebagai berikut:
1- Kota Suci
Madinah oleh Rasulullah saw dijadikan sebagai kota suci. Di sinilah Islam tumbuh, berkembang, dan menyebar luas, sehingga semesta yang pada waktu itu tertutup oleh kegelapan jahiliyah menjadi terang benderang oleh cahaya Islam. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Ibrahim telah menjadian Kota Makkah sebagai tempat suci dan berdoa untuk kebaikan penduduknya. Dan sesungguhnya aku menjadikan Madinah sebagai Kota Suci sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tempat suci. Dan sesungguhnya aku berdoa untuk kebaikan sha’nya dan mudnya sebagaimana yang didoakan Ibrahim untuk kebaikan penduduk Makkah.”(HR. Muslim)
2- Jaminan Syafaat Bagi Orang yang Menanggung Kesusahan di Madinah
Sebuah kehormatan bagi penduduk Madinah karena mereka akan mendapatkan syafaat atau persaksian dari Nabi saw. Hal ini berlaku bagi mereka yang mau menanggung kesusahan untuk tetap tinggal di Madinah. Dan, ini tidak lain karena kemulian dari kota Madinah yang terkenal dengan Madinatur Rasul (Madinah tempat tinggal Rasulullah). Rasulullah saw bersabda,
Kota Madinah ini lebih baik bagi mereka sekiranya mereka mengetahui. Tidaklah seseorang meninggalkan Madinah melainkan Allah akan mengganti dengan seseorang yang lebih baik lagi, dan tidaklah seseorang tetap bersabar atas kesulitan (kelaparan) dan kesusahan Madinah melainkan aku akan menjadi penolong dan saksinya pada hari Kiamat.” (HR. Muslim)
Menafsiri sabda Rasulullah tersebut, Imam An-Nawawi berkata, “Adapun syafaat yang diberikan kepada penduduk Madinah adalah dengan bertambahnya derajat, atau ringannya Hisab (perhitungan amal di Hari Kiamat), atau dengan kelebihan lainnya sebagaimana yang dikehendaki Allah. Atau dengan memuliakan mereka para penduduk Madinah dengan aneka kemuliaan, seperti mendapatkan naungan Arsy, berada di atas Mimbar, segera masuk ke surga, ataupun kemuliaan lainnya.
3- Keimanan Meluncur Dari Madinah
Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana semula. Demikianlah, mendekati Hari Kiamat nanti banyak sekali orang yang pada siang harinya beriman dan di sore harinya ingkar, begitu pula sebaliknya. Maka, pada hari akhir nanti, keimanan akan meluncur dari Madinah, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Sesungguhnya keimanan meluncur ke Madinah sebagaimana ular yang meluncur ke lubangnya.” (Muttafaq Alaih)
4- Rasulullah Mendoakan Keberkahan Padanya
Ketika Rasulullah dan para sahabat hijrah dari Makkah ke Madinah, ada sebagian dari para sahabat yang belum bisa beradaptasi terhadap kondisi cuaca dan lingkungan di Madinah. Sehingga salah seorang sahabat bernama Bilal bin Rabah terkena demam. Melihat hal ini Rasulullah saw berdoa,
“Ya Allah, jadikanlah Madinah kota yang kami cintai sebagaimana kami mencintai Makkah atau melebihinya dan berilah keselamatan di Madinah. Dan, berkahilah timbangan dan takarannya, dan pindahlah panasnya Madinah ke tanah Juhfah.”(Muttafaq Alaih)
Berkat doa Nabi inilah, sampai sekarang Madinah menjadi kota yang subur dengan hasil pertaniannya terutama kormanya yang sangat terkenal. Bahkan korma Ajwah—korma terbaik di Madinah—bisa menolak sihir dan racun.
5- Kota yang Memakan Kota Lainnya
Madinah menjadi saksi kebesaran Islam sehingga pengaruhnya menyebar ke seluruh penjuru dunia. Madinah dipilih untuk menjadi tempat hijrah tiada lain oleh karena perintah dari Allah swt sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Aku diperintahkan untuk menuju kota yang memakan kota-kota lain. Mereka menyebutnya dengan sebutan Yatsrib, yaitu Madinah.” (HR. Al-Bukhari)
Dalam menafsiri hadits ini, Imam An-Nawawi mengatakan, bahwasanya maksud dari memakan kota-kota lainnya adalah Madinah menjadi pusat pertama keberadaan prajurit Islam. Dan, kota inilah (Madinah yang berhasil membuka kota-kota lainnya sehingga ghanimah, harta dan tawanannya diserahkan ke kota ini. Ada pula yang berpendapat bahwa maksudnya adalah makanan dan hasil pangan kota Madinah berasal dari kota-kota yang ditaklukkan olehnya.
6- Rasulullah Menggelarinya Thayyibah
Sebelum dinamakan oleh Nabi dengan Madinah kota ini dinamakan dengan Yatsrib. Namun nama Yatsrib tidak baik karena maknanya adalah tercela atau kerusakan. Nabi lalu mengganti namanya dengan Thaba atau Thayyibah dari asal kata At-Thib yang artinya wewangian yang harum baunya. Adapula yang mengatakan berasal dari kata Ath-Thayyib yang artinya adalah suci, karena Madinah dibersihkan dari kemusyrikan.
7- Bebas dari Thaun dan Dajjal
Merupakan salah satu keutamaan Madinah lainnya adalah kota ini dijaga oleh para malaikat sehingga tha’un—yaitu wabah penyakit menular yang bisa memusnahkan semua penduduk suatu negeri—dan Dajjal tidak bisa memasukinya. Rasulullah saw bersabda, “Di pintu-pintu masuk Madinah terdapat para malaikat sehingga wabah tha’un dan Dajjal tidak bisa memasukinya.” (Muttafaq Alaih)

Dipanggil Namanya oleh Syaikh untuk Menempati Raudhah


Kesempatan untuk berdoa di Raudhah—tempat di antara rumah dan maqam Nabi di Madinah—yang merupakan tempat mustajab merupakan impian semua orang.  Sehingga mereka rela mengantre supaya mendapat kesempatan shalat dan berdoa di tempat tersebut. Ada sebuah kisah ajaib yang dialami oleh Muchtarullah saat mengantre untuk mendapat tempat di Raudhah sebagaimana yang dituturkannya dalam surat kabar Republika.
“Sama seperti jamaah lain, saya pun mengantre cukup jauh dari Raudhah. Namun, tanpa disangka, ketika sedang asyik mengantre itu, tiba-tiba saya dipanggil oleh seorang syeikh yang tidak saya kenal, saat itu beliau usai sholat sunnat di Raudhah. Beliau meminta saya untuk maju dan sholat di tempat tersebut (Raudhah, red). Muchtarullah, Antum ta’al huna (kamu, datanglah kemari, red),” ujarnya.
Muchtarullah pun kaget. Ia langsung maju dan langsung sholat sunnat dua rakaat di tempat tersebut. Bagaimana rasanya? ”Saya tak bisa membayangkan. Yang ada hanya keindahan. Alhamdulillah, betapa indahnya bisa sholat sunnat di Raudhah ketika itu. Apalagi, jalan menuju kesana yang penuh dengan tantangan dan perjuangan, bisa saya laksanakan dengan mudah atas kehendak Allah,” katanya.
Muchtarullah pun tidak menyangka, dirinya mendapatkan kesempatan berdoa dan sunnat di Raudhah itu dengan mudahnya. Lalu siapa syeikh yang memintanya itu? Muchtarullah mengaku tidak tahu. Sebab, kata dia, dirinya sama sekali tidak mengenal syeikh bersangkutan dan tidak pula tahu asal usulnya. ”Saya tidak tahu beliau dari mana. Tiba-tiba saja, beliau memanggil saya dan menunggu saya hingga usai sholat sunnat,” paparnya.
Mungkinkah waliyullah atau malaikat? Wallahu A’lam.

Khadijah binti Khuwailid


Sayyidah Khadijah dilahirkan di kota Makkah pada tahun 68 sebelum Hijriyah atau tahun 556 Masehi di sebuah keluarga yang mulia dan terhormat. Ayahnya bernama Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qusayyi bin Kilab. Sedangkan ibunya bernama Fathimah binti Zaidah bin Al-Asham bin Hadam. Beliau tumbuh dalam suasana yang dipenuhi dengan perilaku terpuji. Ia seorang yang cantik, kaya, mulia dan menjaga kehormatannya. Sehingga masyarakat di zaman Jahiliyah menjulukinya sebagai At-Thahirah (wanita yang suci).
Sebelum menikah dengan Rasulullah saw, Sayyidah Khadijah pernah menikah dengan Abu Halah bin An Nabasyi  dan dikaruniai seorang anak bernama Halah. Setelah suaminya meninggal dunia, seluruh pemuka Quraisy berharap bisa bersanding dengannya. Tetapi semuanya ditolak dengan sopan oleh Sayyidah Khadijah karena ia ingin lebih berkonsentrasi untuk mengasuh anaknya dan mengurus usaha dagangnya. Itulah hikmah di balik kehendak Allah yang ingin menikahkannya dengan seorang manusia terbaik di muka bumi.
Sayyidah Khadijah adalah pedagang yang senantiasa mengirimkan dagangannya ke Syam. Ia mempekerjakan orang untuk menjalankan usaha ini. Ketika Nabi Muhammad saw yang terkenal dengan julukan Al Amin (yang amanah), menginjak umur 25 tahun, Sayyidah Khadijah meminta beliau untuk membawa dagangan ke Syam bersama budaknya yang bernama Maisarah.
Nabi Muhammad saw lalu membawa dagangan milik Sayyidah Khadijah bersama Maisarah ke pasar Bushra, dan kembali dengan membawa keuntungan yang berlipat-lipat dari biasanya. Sayyidah Khadijah yang hatinya sudah tertambat kepada beliau semakin menaruh perhatian. Ia banyak bertanya kepada budaknya mengenai kepribadian Nabi Muhammad saw.
Maisarah pun menceriterakan keluhuran budi pekerti yang ia ketahui semenjak bersama Nabi Muhammad saw dalam perjalanan dagang tersebut, terutama sifat amanah dan kejujuran beliau dalam menjalankan usahanya. Hati Sayyidah Khadijah semakin terpaut dengan Nabi Muhammad saw dan ingin menikah dengan beliau.
Selanjutnya diutuslah Sayyidah Nafisah binti Munabbih untuk menyampaikan keinginannya kepada Nabi Muhammad saw. Sayyidah Nafisah lalu mengatakan kepada Rasulullah saw,”Kenapa engkau tidak menikah?” Beliau menjawab,”Aku tidak memiliki apa-apa.” Sayyidah Nafisah mengatakan,”Apabila engkau dicukupi, menikah dengan orang yang memiliki harta, kecantikan, dan kemuliaan, apakah engkau bersedia?” Beliau bertanya,”Siapa?” Sayyidah Nafisah menjawab, “Sayyidah Khadijah.”. Beliau pun menyanggupinya. Beliau dinikahkan oleh paman Sayyidah Khadijah yaitu Amr bin Asad Al-Qurasyi.
Ketika akad pernikahan berlangsung, Sayyidah Khadijah menyembilah beberapa ekor ternak untuk dibagikan kepada fakir miskin. Ia juga mempersilahkan dan mengundang kerabat dan handai taulannya untuk datang ke rumahnya. Di antara mereka yang hadir ada Sayyidah Halimah As-Sa’diyyah, ibu susuan Nabi Muhammad saw. Ia datang untuk menyaksikan pernikahan anak susuannya. Setelah selesai, Sayyidah Halimah pun kembali ke rumahnya dengan membawa empat puluh ekor kambing sebagai hadiah dari Sayyidah Khadijah kepada wanita yang pernah menyusui Nabi Muhammad saw, suami tercintanya.
Allah swt memberikan kepada rumah tangga bahagia ini berbagai nikmat. Mereka dikarunia anak laki-laki dan perempuan, yaitu Sayyidina Qasim, Sayyidina Abdullah, Sayyidah Zainab, Sayyidah Ruqayyah, Sayyidah Ummu Kultsum, dan Sayyidah Fathimah.
Pada umur 40 tahun, Nabi Muhammad saw gemar berkhalwat di Gua Hira’, dan ini terus dilakukan beliau hingga pada bulan Ramadhan, Malaikat Jibril as datang membawa wahyu dari Allah swt. Sepeninggal Malaikat Jibril, beliau pulang pada kegelapan fajar dalam keadaan takut, pucat, dan menggigil. Sesampainya di rumah, beliau langsung berkata kepada istrinya, Sayyidah Khadijah, “Selimuti aku, selimuti aku…..”
Setelah Sayyidah Khadijah menanyakan hal apa yang sebenarnya terjadi, beliau berkata, “Wahai Khadijah, sungguh aku mengawatirkan diriku.” Dengan penuh percaya diri dan yakin, Sayyidah Khadijah menjawab, “Demi Dzat yang jiwa Khadijah berada dalam kekuasaan-Nya, Dia (Allah) sekali-kali tidak akan pernah menjadikanmu hina, karena engkau selalu menyambung silaturrahmi, berbicara benar, memikul beban orang lain, menghormati tamu, dan selalu membantu meringankan musibah orang lain.” Ketulusan tutur kata Sayyidah Khadijah itu membuat hati Rasulullah saw tenang dan merasa tentram karena istrinya mempercayai apa yang terjadi pada dirinya.
Sayyidah Khadijah adalah orang pertama yang masuk Islam. Bukan itu saja, dia juga memberikan segenap harta, jiwa, pikiran, dan seluruhnya untuk kepentingan dakwah suaminya, Rasulullah saw. Dia dengan setia menolong suaminya dan menanggung beban yang amat berat akibat ejekan dan penghinaan yang begitu kejam dari kaum kafir, sehingga berkat bantuannya, hal itu dirasakan ringan oleh Rasulullah saw.
Karena sakit berkepanjangan Sayyidah Khadijah yang berumur enam puluh lima tahun itu meninggal dunia. Jasadnya dikuburkan di dataran tinggi Mekah, yang dikenal dengan sebutan Al-Hajun. Rasulullah saw sendiri yang mengurus jenazah istrinya, dan kalimat terakhir yang beliau ucapkan ketika melepas kepergiannya adalah, “Sebaik-baik wanita penghuni surga adalah Sayyidah Maryam binti Imran dan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid.”
Sayyidah Khadijah meninggal setelah mendapatkan kemuliaan yang tidak pernah dimiliki oleh wanita lain, Dialah Ummul Mukminin istri Rasulullah saw yang pertama, wanita pertama yang mempercayai risalah Rasulullah saw, dan wanita pertama yang melahirkan putra-putri Rasulullah saw. Dia merelakan harta benda yang dimilikinya untuk kepentingan jihad di jalan Allah. Dialah orang pertama yang mendapat kabar gembira bahwa dirinya adalah ahli surga. Kenangan terhadap Khadijah senantiasa lekat dalam hati Rasulullah saw sampai beliau wafat. Semoga rahmat Allah senantiasa menyertai Sayyidah Khadijah binti Khuwailid dan semoga Allah memberinya tempat yang layak di sisi-Nya. Amin.

Keharmonisan Rumah Tangga Rasulullah SAW


“ Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah “ (Qs : Al-Ahzab : 21)
Telah menjadi kesepakatan bersama bahwa Rasulullah adalah hamba Allah yang patut diteladani dan dicontoh, maka tak salah kalau kemudian Allah mengutusnya ke bumi ini hanya semata membawa satu misi yaitu membentuk kepribadian kaffah dhahir dan bathin menyempurnakan akhlaq mulia (HR. Muslim)
Rasulullah telah mengajari kita akan makna hidup yang sebenamya serta membawa kita menuju jalan hikmah yang diridloi Allah SWT, beliau memberikan ilmu yang belum kita ketahui dan mewariskan Islam sebagai agama yang patut diagungkan. Beliau pulalah yang memberikan kepada kita keteladanan dalam membina rumah tangga yang dipenuhi keharmonisan. Di bawah naungan rumah tangga yang bersahaja di situlah tinggal sang istri, pahlawan di balik layar pembawa ketenangan dan kesejukan.
Rasulullah saw bersabda: “Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalihah.” Di antara keelokan budi pekerti Rasulullah saw dan keharmonisan rumah tangga beliau ialah memanggil istri-istrinya dengan panggilan yang membahagiakan dengan nama kesayangan. Aisyah r.a. menuturkan: “Pada suatu hari Rasulullah saw berkata kepadanya: “Wahai ‘Aisy (panggilan kesayangan ‘Aisyah r.a.), Malaikat Jibril tadi menyampaikan salam buatmu.” (Muttafaq ‘alaih).
Bahkan beliau selaku Nabi umat ini yang paling sempurna akhlaknya dan paling tinggi derajatnya telah memberikan sebuah contoh yang berharga dalam hal berlaku baik kepada sang istri dan dalam hal kerendahan hati, serta dalam hal mengetahui keinginan dan kecemburuan wanita. Beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang diidam-idamkan oleh seluruh kaum hawa. Yaitu menjadi seorang istri yang memiliki kedudukan terhormat di samping suaminya.
Aisyah r.a. menuturkan: Suatu ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah saw dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya.” (HR. Muslim).
Dalam berkeluarga, kehidupan yang penuh cinta dan keharmonisan yang dihiasi kasih sayang bisa beliau gapai. Hal ini membuktikan bahwa beliau berhasil membina dan memimpin rumah tangga yang beliau hadapi. Beliau selalu mengedepankan keadilan dan kejujuran, tranformasi ilmu dari Allah dilakoni dengan sebenamya. ini bukan karena beliau menjadi kekasih Allah tetapi beliau lebih menginginkan apa yang beliau praktekkan nantinya bisa dicontoh oleh umatnya. Dari sekian banyak perempuan yang beliau nikahi, tak satupun yang pemah dikecewakan, perlakuan baik selalu mengumbar damai dari kelembutan bicara dan keindahan akhlaqnya, malah beliau tidak segan-segan mencuci baju sendiri manakala sang istri sibuk dan terlupakan untuk mencucinya. Dalam berbicara tak pemah berkata dusta, hal yang hak dan bathil disampaikan sebagaimana mestinya, dalam melangkah dan bertindak beliau penuh keadilan, setiap permasalahan yang beliau hadapi ataupun pengaduan istri beliau tidak serta merta memutuskan dimana yang benar ataupun yang salah, karena beliau mengedepakankan tabayyun dan sering berkomunikasi.
Beliau berkeyakinan bahwa dengan seringnya berkomunikasi dengan kekuarganya akan menemukan titik terang yang baik. Walaupun tidak hanya sekali Rasulullah menikahi perempuan, beliau tetap memperlakukan istri-istri sebagaimana yang telah disyariatkan Allah. Hak dan kewajiban terlaksana sesuai aturan dan keadilan selalu menghiasi pernak-pernik keluarganya. Kewajiban memberi makan dan menafkahkan keluarganya beliau kerjakan sendiri tanpa meminta bantuan sedikitpun pada sahabat, sedang kan hak-hak isteri beliau berikan penuh cinta dan keikhlasan.
Begitulah kehidupan Rasulullah dalam membangun dan memimpin keluarganya sehingga istri-istri Rasulullah dibuat tak berdaya menghadapi kelembutan akhlaqnya. Mereka tidak menegur Rasul karena memang tidak ada kesalahan yang pantas ditegur. Pernah suatu malam Rasulullah terlambat pulang karena dakwah yang beliau lakukan sedikit mengalami kesulitan, sesampai dirumah beliau tidak menemukan pintu karena telah ditutup oleh Siti Aisyah, Rasulullah merasa kasihan untuk membangunkan Siti Aisyah kerena beliau yakin istrinya lelah menunggu kedatangannya. Akhirnya Rasulullah tidur didepan pintu sampai pagi datang. Dan Aisyah r.a. merasa bersalah atas kejadian itu.
Dari istri-istri Rasulullah, tak satupun yang mengalami kecemburuan, sebab Rasulullah membagi cinta dan kasih sayang penuh keadilan. Beliau tetap mempertahankan keimanan dari pada mengikuti kata nafsu serakah. Suatu hari siti Aisyah pernah bertanya tentang siapa istri beliau yang paling dicintai, beliau tidak menyebutkan nama melainkan hanya memberikan isyarah bahwa istri yang paling dicintai adalah yang menerima cincin darinya. Sudah barang tentu semua isteri Rasulullah berdo’a semoga dirinya nanti malam yang akan dikasih cincin olehnya. Namun apa yang diprediksi mereka (isteri Rasul) tepat karena mereka yang mengharap dikasi cincin oleh Rasul betul-betul dikasih, namun ada satu yang mereka tidak ketahui yaitu Rasulullah memberikan cincin dengan cara mendatangi satu persatu isterinya.
Disinilah letak keadilan Rasulullah dalam membina keluarga. Sehingga mereka semua menganggap dirinya yang paling dicintai. Beliau saw tidaklah seperti yang diduga oleh kaum munafikin atau seperti yang dituduhkan kaum orientalis dengan tuduhan-tuduhan palsu dan pengakuan-pengakuan bathil. Bahkan beliau saw lebih memilih etika berumah tangga yang paling elok dan sederhana. Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menjelaskan dengan gamblang tingginya kedudukan kaum wanita. Mereka kaum hawa memiliki kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi. Rasulullah saw pernah menjawab pertanyaan ‘Amr bin Al-‘Ash r.a. seputar masalah ini, beliau jelaskan kepadanya bahwa mencintai istri bukanlah suatu hal yang tabu bagi seorang lelaki yang normal.
Rasulullah saw tidak melewatkan kesempatan sedikit pun kecuali beliau manfaatkan untuk membahagiakan dan menyenangkan istri melalui hal-hal yang dibolehkan. Aisyah r.a. mengisahkan: Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah saw dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau saw memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau saw hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau saw memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad).
Sungguh! merupakan sebuah bentuk permainan yang sangat lembut dan sebuah perhatian yang sangat besar. Beliau perintahkan rombongan untuk berangkat terlebih dahulu agar beliau dapat menghibur hati sang istri dengan mengajaknya berlomba lari. Kemudian beliau memadukan permainan yang lalu dengan yang baru, beliau berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” Bagi mereka yang sering bepergian melanglang buana serta memperhatikan keadaan orang-orang yang terpandang pada tiap-tiap kaum, pasti akan takjub terhadap perbuatan Rasulullah saw. Beliau adalah seorang Nabi yang mulia, pemimpin yang selalu berjaya, keturunan terhormat suku Quraisy dan Bani Hasyim. Pada saat-saat kejayaan, beliau kembali dari sebuah peperangan dengan membawa kemenangan bersama rombongan pasukan besar. Meskipun demikian, beliau tetap seorang yang penuh kasih sayang dan rendah hati terhadap istri-istri beliau para Ummahaatul Mukiminin radhiyallah ‘anhun.
Kedudukan beliau sebagai pemimpin pasukan, perjalanan panjang yang ditempuh, serta kemenangan demi kemenangan yang diraih di medan pertempuran, tidak membuat beliau lupa bahwa beliau didampingi para istri-istri kaum hawa yang lemah yang sangat membutuhkan sentuhan lembut dan bisikan manja. Agar dapat menghapus beban berat perjalanan yang sangat meletihkan. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa ketika Rasulullah saw kembali dari peperangan Khaibar, beliau menikahi Shafiyyah binti Huyaiy r.a. Beliau saw mengulurkan tirai di dekat unta yang akan ditunggangi untuk melindungi Shafiyyah r.a. dari pandangan orang. Kemudian beliau duduk bertumpu pada lutut di sisi unta tersebut, beliau persilakan Shafiyyah r.a. untuk naik ke atas unta dengan bertumpu pada lutut beliau.
Pemandangan seperti ini memberikan kesan begitu mendalam yang menunjukkan ketawadhu’an beliau. Rasulullah saw selaku pemimpin yang berjaya dan seorang Nabi yang diutus memberikan teladan kepada umatnya bahwa bersikap tawadhu’ kepada istri, mempersilakan lutut beliau sebagai tumpuan, membantu pekerjaan rumah, membahagiakan istri, sama sekali tidak mengurangi derajat dan kedudukan beliau. Barangsiapa yang mengidamkan kebahagiaan rumah tangga, hendaklah ia memperhatikan kisah-kisah kehidupan rumah tangga Rasulullah saw. Wallahu a’lam bish showab.
sumber http://syafiiakrom.wordpress.com/2010/03/20/keharmonisan-rumah-tangga-rasulullah-saw/

Resep menciptakan hubungan yang sehat dan bahagia

Resep menciptakan hubungan yang sehat dan bahagia

* Jangan menilai buku hanya dari sampulnya saja
* Selalu bersikap jujurlah satu sama lain
* Tanyakan pada diri anda sendiri apa yang sebenarnya anda inginkan dan butuhkan, lalu ungkapkan secara jelas kepada pasangan anda
* Rasa saling menghormati itu penting
* Selalu bekerjasama dengan pasangan anda
* Selesaikan semua masalah secepat mungkin saat mereka baru muncul ke permukaan
* Jangan merasa takut untuk meminta maaf atau memberi maaf
* Dengarkanlah pendapat-pendapat dan keluhan-keluhan yang disampaikan pasangan anda tanpa menghakimi terlebih dahulu
* Seks bukanlah satu-satunya jalan untuk membuktikan cinta (proof of love) anda kepada pasangan anda
* Selalu berusaha keras untuk menjaga kebersamaan
* Jangan pernah berharap pasangan anda saja seorang diri bisa memenuhi semua kebutuhan-kebutuhan hidup anda
* Orang-orang bijak belajar dari pengalaman-pengalaman mereka

Wednesday, 7 March 2012


Jutaan orang telah diserang oleh penyakit naiknya asam lambung, dewasa, anak-anak, bahkan bayi tidak bisa lepas dari penderitaan ini. Pada dasarnya, penyakit naiknya asam lambung atau maag merupakan penyakit yang disebabkan oleh naiknya asam dari perut ke tenggorokan.

Secara ilmiah, proses tersebut terjadi ketika ada relaksasi yang terjadi di
 Lower Esophageal Sphincter (LES), yang kemudian memungkinkan cairan di perut mengalir kembali ke kerongkongan.

Sudah ada berbagai kondisi yang telah berhubungan dengan masalah ini. Beberapa diantaranya adalah meningkatnya jumlah rata-rata orang yang berada dalam
 kecemasan, kurangnya olahraga dan diet yang tidak sehat. Semua ini dapat menyebabkan satu hal dalam tubuh, meningkatnya produksi asam dalam tubuh, sehingga, menyebabkan penyakit naiknya asam lambung.

Sudah ada temuan yang menunjukkan bahwa dalam peningkatan produksi asam dalam tubuh juga dapat terhubung ke gangguan ginjal, pencernaan, pernapasan dan juga jantung.

Gejala-gejala dari penyakit naiknya asam lambung muncul berupa kesulitan untuk menelan, muntah, sakit kepalasembelit dan  insomnia. Ini semua adalah indikasi bahwa asam sudah menyerang kerongkongan.

Satu-satunya cara untuk melawan penyakit ini pastinya adalah dengan mengurangi jumlah asam dalam tubuh. Dengan cara ini, produksi asam tubuh akan diperbaiki, gangguan akan diperbaiki, sehingga, menghilangkan gejala naiknya asam lambung.

Jika terdapat asam di kerongkongan secara terus-menerus dan tidak segera diobati, orang yang terkena ini akan terus menderita rasa sakit yang hebat karena hal ini akan membawanya ke tingkat penyakit naiknya asam lambung yang lebih parah, dan mungkin bisa menimbulkan situasi yang fatal.

Meskipun seiring waktu dapat ditemukan berbagai obat yang khusus dibuat untuk mengobati penyakitnya. Sebagian besar masih memiliki masalah serius, efek samping, harga mahal, hasil jangka pendek, resep permanen.

Masalah biaya penyembuhan obat selalu menjadi tekanan untuk para pasien, ini adalah skenario umum, khususnya bagi mereka yang tidak mampu membayarnya.

Untuk alasan ini, ada beberapa cara yang juga telah dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini. Cara ini hanya akan membutuhkan metode yang sederhana yang bebas dari tekanan untuk memikirkan biaya.

Metode-metodenya hanyalah metode sederhana. Perawatan di rumah secara khusus dapat memperbaiki ketidakseimbangan asam dalam tubuh dan ini dijamin dapat membantu selamanya.

Rekomendasi utama untuk penyakit ini yang tidak akan membutuhkan untuk biaya berat adalah
  diet yang tepat, khususnya, kebiasaan makan yang sehat dan latihan fisik secara teratur.

Percaya atau tidak,
 mengunyah permen karet dianjurkan untuk menetralkan asam secara langsung, dan ini akan membantu secara instan. Demikian juga madu dan jus lidah buaya juga memberikan efek yang sama yaitu menetralkan asam di tenggorokan, dan barang-barang ini ditawarkan di toko-toko lokal di sekitar Anda. Semua ini secara langsung setara dengan resep medis dari dokter, satu-satunya perbedaan terletak pada harga.

Dan juga cobalah untuk menghindari minuman yang mengandung
  kafein, minuman alkohol, makanan lemak dan makanan yang digoreng, makanan pedas, buah jeruk dan coklat dalam diet Anda. Jika Anda berpikir Anda benar-benarkecanduan makanan tersebut, Anda masih dapat mengonsumsinya, meskipun hanya dalam jumlah yang wajar.

Namun, jika Anda sering terkena gejala-gejalanya, Anda tidak punya pilihan lain selain benar-benar menyingkirkan makanan-makanan tersebut, atau yang lainnya, konsekuensinya adalah diri Anda sendiri.

Sekarang, selama Anda berlatih diet Anda , jagalah kebiasaan untuk segera pergi tidur setelah jeda selama dua sampai tiga jam setelah Anda makan makanan terakhir Anda .

JANGAN SEPELEKAN PENYAKIT ASAM LAMBUNG


PENYAKIT yang diakibatkan asam lambung terkadang dianggap sepele oleh pasien. Padahal, jika asam lambung ini naik ke tenggorokan atau kerongkongan, akan menyebabkan kerusakan saluran tenggorokan yang pada gilirannya akan menyebabkan kanker.
“Ya, yang fatal bisa menyebabkan kematian,” sebut Dr Lianda Siregar SpPD, dokter spesialis penyakit dalam dari RSU AW Sjahranie Samarinda yang berbicara dalam Simposium Gastroesophageal Reflux Disease dan Gastropati Oains di Hotel Mesra International Minggu (27/11) kemarin.
Lianda melanjutkan, naiknya asam lambung ke kerongkongan bisa disebabkan banyak hal. Baik itu pola makan maupun pola hidup tidak sehat, hingga kegemukan. Pola makan yang tidak sehat di antaranya mengonsumsi teh, kopi, dan juga mengisap rokok. “Kegemukan bisa menyebabkan asam lambung mudah tertekan ke kerongkongan. Ini yang terkadang membuat perasaan sakit seperti terbakar di ulu hati,” bebernya. Jika kondisi itu dibiarkan, makin lama akan membuat kondisi tenggorokan makin kronis
Dia menyampaikan, bagi orang awam, keluhan di sekitar lambung pasti diidentikkan dengan penyakit maag. Padahal, maag bukan satu-satunya penyakit di lambung. Nah, dalam dunia kedokteran, penyakit akibat asam lambung yang naik ke kerongkongan (esofagus) itu disebut GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).
“Gejala khas GERD adalah rasa panas di dada, rasa tidak nyaman waktu menelan, dan rasa sakit waktu menelan. Gejala tambahannya meliputi serangan asma yang frekuen, batuk lama rekfakter dengan pengobatan, suara serak, mual dan muntah, nyeri dada nonkardiak, dan sendawa,” bebernya.
Disebutkan, untuk medeteksi keberadaan GERD pada tubuh, perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi. Dan kedua, mengambil sampel jaringan untuk evaluasi histologi pada barret esofagus dan gaster untuk mendeteksi sel ganas dan adanya infeksi Helicobacter pylori. Bagaimana mengobati GERD? Untuk terapi medis, pasien menggunakan penghambat pompa proton (PPI) standar selama delapan minggu, kemudian diturunkan setengah dosis, selanjutnya diteruskan dengan H2 antagonis. Terapi ini berguna untuk menyembuhkan lesi esofagus, menghilangkan gejala/keluhan, mencegah kekambuhan, memperbaiki kualitas hidup, dan mencegah timbulnya komplikasi.
“Sebagai pencegahan, kita perlu mengetahui cara mengatur kebiasaan makan, pengertian mengenai peranan posisi tubuh terhadap kejadian refluks. Kebiasaan yang dianjurkan, antara lain, meninggikan kepala (15 cm) saat tidur, menghindari makanan berlemak, asam, kopi, cokelat, mint, produk makanan dari tomat, dan minumat berkarbonasi, obat-obatan tertentu seperti golongan anticholinergik, theophyllin. Ada juga kebiasaan yang harus ditinggalkan,” beber ketua panitia simposium.
Misalnya, makan sambil tiduran atau tiduran kurang dari 2-3 jam sesudah makan, makan terlalu banyak sekaligus, merokok, menurunkan berat badan secara drastis bagi yang obesitas. Malangnya, banyak orang di kota besar terpaksa mempunyai gaya hidup tak sehat. Karena kemacetan, mereka baru bisa sampai di rumah malam hari. Akibatnya, makan malam di rumah baru bisa dilakukan pukul delapan atau sembilan malam dan tidur kurang lebih pukul 11 malam. Untuk kasus seperti itu, disarankan agar makan malam dilakukan sebelum pulang ke rumah, pukul 18.00 atau 18.30. Dengan demikian, ketika sampai di rumah bisa langsung tidur.
“Karena kalau tidak demikian atau sehabis makan langsung tidur, tubuh akan memproduksi asam lambung secara besar dan akan membahayakan kesehatan,” katanya.
Karena penyakit lambung ini juga cukup berbahaya, kata Lianda, tentu perlu juga diketahui secara detil, seperti apa sebenarnya penyakit GERD ini.
Dalam Simposium gratis bagi kalangan medis yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltim dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) Kaltim bekerjasama dengan PT Eisai Indonesia kemarin juga menghadirkan Dr Chudaman Manan SpPD-KGEH dari Jakarta yang membahas Sitoproteksi dan Lesi Mukosa Akut Gaster Akibat OAINS. Selain itu Bambang Setyawan dari PT Eisai Indoensia Jakarta. Pada kesempatan itu, PT Eisai Indonesia memperkenalkan obat untuk mencegah dan mengatasi penyakit GERD yakni Pariet 10 mg dan Pariet 20 Mg.(eff)
Sumber : http://www.samarinda.go.id